Yuk, Melek Politik: Belajar Politik Cerdas dan Positif

Tahun 2019 adalah tahun politik. Pada tanggal 17 April 2019 kita akan memilih langsung wakil-wakil kita di DPRD tingkat II, DPRD tingkat I, DPR-RI, dan DPD-RI. Pilihan kita pada tanggal itu akan menentukan masa depan negara kita tidak hanya untuk lima tahun mendatang, tapi mungkin saja akan berefek untuk belasan bahkan puluhan tahun mendatang.

Di tahun ini, sudah saatnya kita melek politik. Kita perlu menentukan pilihan partai politik yang tepat di pemilu mendatang. Kita perlu mengetahui track record partai-partai peserta pemilu, tokoh-tokoh pentingnya, serta isu yang diangkatnya pada pemilu tahun ini.

Setelah menentukan partai politik yang dipercaya, maka berikutnya adalah mengetahui track record calon anggota legislatif dari partai tersebut. Kita perlu mengetahui latar belakang, pengalaman, visi misi, dan bahkan kalau perlu jejak digital dari calon anggota legislatif tersebut. Orang-orang tersebut akan mewakili kita lima tahun mendatang, memperjuangkan nasib dan kesejahteraan kita, maka kita harus benar-benar mengenal mereka sehingga tidak salah pilih orang.

Tidak hanya parpol dan caleg, kita juga harus menentukan pilihan pada pemilihan presiden. Sudah saatnya kita mempelajari tiap-tiap pasangan calon presiden dan wakil presiden. Tidak hanya mempelajari latar belakang, pengalaman, dan prestasinya, kita juga harus mempelajari program-program yang diunggulkannya untuk lima tahun kedepan ini.

Apa pun dan siapa pun pilihan kita, pastikan mereka adalah orang-orang yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan kepada negara ini.

Supaya kita melek politik, maka kita harus belajar politik cerdas dan politik positif.

Politik Cerdas

Politik cerdas adalah politik yang mampu memberikan data-data faktual dan terpercaya. Belajar politik cerdas berarti belajar mencari data-data yang benar tentang partai, caleg, serta capres pilihan kita. Jangan sampai kita terpengaruh oleh fitnah, berita palsu (HOAX), serta informasi yang tidak jelas sumber datanya.

Di tahun politik ini, banyak sekali bertebaran berita-berita yang tidak jelas sumber dan datanya. Tidak hanya berisi kebohongan, berita-berita tersebut cenderung menjatuhkan salah satu pihak. Sebagai pemilih, kita harus mampu memilah-milah mana berita dan informasi yang benar dan mana yang salah. Jangan sampai kita terjebak menjadi clicking monkey—menyebarkan berita/informasi tanpa mengkonfirmasi dulu kebenarannya.

Pastikan berita atau informasi yang kita terima berasal dari sumber yang terpercaya. Jika menemukan informasi yang tidak jelas sumbernya, lakukan cross check dengan mencari di informasi tersebut internet.

Politik Positif

Politik positif mengutamakan kekuatan dan kelebihan. Politik positif membuat kita berlomba-lomba mencari kekuatan dan kelebihan calon yang kita dukung. Hal ini akan membuat suasana tahun politik menjadi lebih baik karena tidak ada yang saling menjatuhkan serta mencari-cari kelemahan lawan politiknya.

Mencari-cari kelemahan lawan politik adalah bentuk dari politik negatif. Hal ini akan menyuburkan munculnya berita palsu (HOAX) dan mempertajam konflik. Ini jugalah yang menyebabkan terjadinya tindakan persekusi, kekerasan, bahkan kejahatan terhadap orang-orang yang memiliki pandangan politik berbeda.

Di tahun politik yang semakin panas ini, sudah waktunya kita sebagai pemuda menyejukkan suasana dengan melakukan politik cerdas dan positif. Mari kita beradu data, kekuatan, dan kelebihan partai, caleg, serta capres pilihan kita. Hentikan menyebarkan HOAX, fitnah, serta berita negatif terhadap lawan politik kita. Bukankah kita akan tetap sama-sama menjadi warga negara Indonesia walau berbeda pilihan?

Untuk membangun masyarakat Banyumas dan CIlacap yang lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi, jangan sampai kita salah pilih. Pilih caleg yang akan memperjuangkan kesejahteraan kita, serta pilih capres yang benar-benar mengerti permasalahan negeri ini.

Jangan lupa, 17 April pilih Bambang Soetopo sebagai anggota DPR-RI dari Kabupaten Banyumas dan Cilacap, serta pilih Prabowo-Sandi sebagai Presiden-Wakil Presiden RI 2019—2024.