Mempersiapkan Generasi Pemenang dan Mencegah Generasi Pecundang

“Beri aku seribu orang tua, akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia” – Ir. Soekarno-

Ada dua momen penting yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia. Momen tersebut adalah 100 tahun Sumpah Pemuda pada tahun 2028 dan 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045.

Jika hari ini anak kita berusia belasan tahun maka tahun 2028—2045 mereka akan berusia mulai dari dua puluhan hingga empat puluhan tahun. Pada usia itu mereka akan menjadi siapa? Mereka akan berperan sebagai apa?

Mereka akan memimpin berapa orang?

Mereka akan memberi pengaruh apa?

Mereka akan menjadi penggerak perubahan apa?

Anak-anak kita tidak boleh menjadi orang-orang pecundang, menjadi generasi pecundang. Mereka harus menjadi generasi pemenang, generasi pemimpin, dan pemantik perubahan. Anak-anak kita harus menjadi pemimpin yang dapat menyelamatkan umat dan bangsa.

Hal itu bergantung dari apa yang bisa kita berikan kepada mereka hari ini.

Bekal Agama

Hal pertama yang harus kita tanamkan kepada anak-anak kita adalah pemahaman yang benar dan kuat terhadap agamanya. Setiap agama mengajarkan belas kasih dan mencintai sesama manusia; tidak peduli apa pun suku, ras, bangsa, dan agamanya.

Pada zaman sekarang banyak sekali terjadi hal-hal yang muncul karena kurangnya pemahaman agama dalam diri seseorang. Pergaulan bebas, narkoba, cyber bullying, dan banyak tindak kejahatan yang terjadi karena tidak adanya pemahaman agama.

Menanamkan bekal agama kepada anak-anak kita akan menjauhkan mereka dari berbagai tindakan di atas. Selain itu, bekal agama yang baik berpengaruh besar dalam pembangunan karakter anak. Anak yang memiliki pemahaman agama yang baik akan tumbuh dengan akhlak dan tingkah laku mulia. Ia akan hormat kepada orang tua, menyayangi sesama, dan menjaga lingkungannya.

Oleh karena itu, bekal agama perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini.

Bekal Pendidikan

Pendidikan merupakan dasar atau bekal bagi anak kita untuk mencapai cita-cita. Pendidikan mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Pendidikan memberikan bekal pengetahuan yang mereka butuhkan untuk menghadapi masa depan.

Pendidikan formal mengajarkan mereka cara bersosialisasi dengan orang yang yang berbeda usia, jenis kelamin, ras, agama, dan budaya. Sekolah sebagai salah satu tempat pendidikan formal juga mengajarkan anak bagaimana bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya—yang nanti mereka perlukan untuk masa depannya.

Setiap anak perlu mendapatkan pendidikan yang baik, yang harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu, sudah sewajarnya setiap anak harus menempuh pendidikan formal supaya memiliki pengetahuan yang diperlukannya untuk mencapai cita-cita.

Bekal Kecakapan Hidup (Life Skills)

Selain bekal agama sebagai pondasi dan bekal pendidikan sebagai tiang untuk masa depan anak-anak kita, mereka juga perlu memiliki kecakapan hidup (life skills) agar mampu berkompetisi dalam kehidupan masa depan dan menjadi generasi pemenang.

Menurut definisi WHO (World Health Organization), life skills adalah kemampuan untuk berperilaku adaptif dan positif yang dapat membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif.

Dalam bigthink.com, Jason Gots menulis bahwa ada tujuh life skill utama yang perlu dimiliki untuk beradaptasi dan berperilaku positif dalam menghadapi kehidupan.

1. Kemampuan untuk fokus dan mengontrol diri

2. Kemampuan dalam pengambilan perspektif

3. Kemampuan komunikasi

4. Kemampuan membangun jaringan

5. Kemampuan menghadapi tantangan

6. Kemampuan berpikir kritis

7. Kemampuan belajar dengan keterlibatan

Kecakapan hidup tersebut berkembang dalam interaksi anak dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Kecakapan tersebut tidak hanya bisa diajarkan dalam kelas, tapi juga harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Kita harapkan lahir para pemenang kehidupan serta muncul pemimpin umat dan bangsa yang mampu membangun masa depan dan berkontribusi untuk menjaga martabat umat dan bangsanya.

Saya percaya kejayaan umat dan bangsa bergantung pada apa yang kita berikan kepada anak-anak kita hari ini.

Saya menghormati dan menghargai para orang tua yang telah memilih jalan yang dapat membawa anak-anaknya untuk mengambil peran dan menjalankan tugas di kehidupannya di masa depan sebagai pemenang dalam kehidupan; tidak sebagai orang pecundang, apalagi generasi yang pecundang.

Semoga kita bisa membangun generasi pemenang untuk mencapai generasi emas 2045.