Meningkatkan Potensi Pertanian dengan Agrowisata

Pertanian merupakan salah satu komoditas utama di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap. Hampir sebagian besar lahan produktif di dua kabupaten ini digunakan untuk pertanian. Hasil pertanian Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas diantaranya berupa tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan.

Data tahun 2018 menunjukkan Kabupaten Cilacap memiliki kurang lebih 1.600 km2  lahan pertanian dari total 2.120 km2 luas daerah, sedangkan Kabupaten Banyumas memiliki kurang lebih 900 km2 dari total 1.300 km2 luas daerah. Ini adalah sebuah potensi yang sangat besar.

Potensi yang besar ini bisa dimaksimalkan lagi pemanfaatannya agar bisa meningkatkan kesejahteran para petani. Salah satu cara memaksimalkan potensi ini adalah dengan mengembangkan agrowisata di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap.

Agrowisata adalah aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau lahan terkait. Agrowisata sudah banyak berkembang di berbagai daerah seperti wisata kebun teh di Bogor, petik apel di Malang, petik stroberi di Bandung, dan wisata kebun salak di Yogyakarta.

Pengembangan agrowisata ini akan meningkatkan kesejahteraan petani karena banyak keuntungan yang diterimanya. Petani akan menerima tambahan pendapatan dari wisatawan yang datang. Selain menikmati keindahan alamnya, tak jarang wisatawan yang datang juga membeli hasil pertaniannya karena produknya yang lebih segar dan harganya yang lebih baik.

Agrowisata bisa dikembangkan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang banyak diaplikasikan adalah dengan mengadakan wisata petik buah-buahan. Wisatawan membayar tiket masuk ke perkebunan dan di dalamnya, mereka bebas menikmati buah-buahan langsung dari pohon. Jika ingin membawa pulang, maka akan dihitung berat buah-buahan yang dipetik, lalu mereka membayar sesuai harga yang ditetapkan.

Pengembangan agrowisata tingkat lanjut adalah dengan memberikan wisatawan pengalaman langsung menjadi petani. Wisatawan diajak bermalam, memakan makanan yang biasa petani makan, melakukan aktivitas yang biasa dilakukan petani setiap hari, seperti menanam padi, membajak sawah, menanam sayur, panen, dan bahkan memerah susu.

Kegiatan ini menjadi pengalaman dan pembelajaran baru bagi wisatawan yang datang. Wisatawan yang biasa berkutat dengan kehidupan kota diberikan pengalaman pedesaan yang mungkin tidak pernah ia alami sebelumnya. Untuk anak-anak dan siswa sekolah, pengalaman ini bisa memacu mereka untuk bercita-cita mengembangkan sektor pertanian di Indonesia pada umumnya.

Paket wisata ini bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah swasta yang berada di kota besar, turis mancanegara, serta turis domestik yang ingin merasakan pengalaman bertani dan beternak.

Namun, memulai agrowisata tidak bisa dilakukan begitu saja. Ada persiapan yang harus dilakukan sebelumnya. Sarana dan prasarana desa yang menjadi daerah tujuan agrowisata harus terlebih dahulu dipersiapkan menerima wisatawan.

Agrowisata ini akan mengembangkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap. Tidak hanya petani yang diuntungkan dengan pengembangan agrowisata ini tapi juga berbagai lini ekonomi pendukung.

Pengusaha penyedia jasa tur wisata bisa bekerja sama dengan petani untuk menyediakan paket-paket wisata yang akan ditawarkan. Penyedia jasa transportasi juga akan diuntungkan dengan menyediakan angkutan menuju lokasi wisata.

Semakin banyak wisatawan yang datang ke Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Cilacap maka akan semakin berkembang juga perekonomian masyarakat di daerah ini. Banyak lapangan kerja baru yang akan dibuka sehingga keinginan untuk “membangun masyarakat Banyumas dan CIlacap yang lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi” bisa tercapai.