Bambang Sutopo untuk Banyumas dan Cilacap

H. Bambang Sutopo, S.E.I., M.M. adalah salah satu calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR-RI dari Partai Keadilan Sejahtera untuk daerah pemilihan Jawa Tengah XI (Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas). Sebagai seorang caleg, maka sudah pasti ada program utama yang akan dibawanya untuk Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas. Secara umum, ada tiga sorotan utama yang diusung Bambang Sutopo untuk dapilnya jika terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2019—2024, yaitu:

Pendidikan
Bambang Sutopo adalah pendiri Ruhama Full Day School di Depok, Jawa Barat. Ia mendirikan dan memimpin Yayasan Pendidikan Ruhama dari tahun 1995 hingga tahun 2012. Sekarang, ia duduk sebagai bagian dari Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Ruhama. Pengalamannya berkecimpung selama lebih dari dua puluh tahun di dunia pendidikan membuatnya memilih untuk menjadikan masalah pendidikan sebagai salah satu sorotan utamanya.

Berdasarkan data Kemendiknas pada tahun 2017, di Indonesia ada 4,1 juta anak usia 6—21 tahun yang tidak bisa mendapatkan pendidikan formal. Ini merupakan angka yang besar dan merupakan salah satu masalah besar yang kita hadapi. Untuk menangani masalah tersebut, Bambang Sutopo akan mengupayakan peningkatkan beasiswa pendidikan untuk siswa tidak mampu sehingga angka putus sekolah bisa berkurang di daerah Cilacap dan Banyumas.

Kesejahteraan Ekonomi 
Untuk mencapai kesejahteraan ekonomi di daerah Kabupaten Cilacap dan Banyumas, maka Bambang Sutopo akan fokus pada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sejalan dengan konsep OK OCE yang dijalankan pemerintah DKI Jakarta, ada tiga hal utama yang akan dilakukan Bambang Sutopo dalam pemberdayaan UMKM di daerah Cilacap dan Banyumas.

1. Pelatihan dan pendampingan

Pemberian pelatihan kepada pelaku UMKM akan meningkatkan mutu barang atau jasa yang mereka hasilkan. Meningkatkan mutu berarti meningkatkan nilai dari barang atau jasa yang mereka tawarkan kepada konsumen. Selain memberikan pelatihan, pelaku UMKM juga perlu pendampingan dari pelaku usaha yang telah sukses. Pelaku usaha ini berperan sebagai coach sekaligus mentor bagi mereka. Program mentorship dan coaching ini bertujuan mengarahkan pelaku UMKM agar berada pada jalur yang benar dan tidak jatuh pada kesalahan yang umum terjadi pada pengusaha. Selain itu, mentor juga akan berperan sebagai “tempat mengadu” akan masalah-masalah yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Mentor akan memberikan saran dan usulan solusi pemecahan masalah tersebut sehingga dapat mengurangi risiko gagal dalam bisnis para pelaku UMKM.

2. Mempermudah akses permodalan

Salah satu permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM adalah sulitnya mendapatkan akses permodalan. Permodalan melalui bank membutuhkan syarat dan proses yang tidak mudah. Pelaku UMKM yang telah mengikuti program pelatihan dan pendampingan ini akan dihubungkan dengan pemilik modal supaya mereka bisa berinvestasi pada bisnis UMKM tersebut, atau akan mendapatkan pinjaman yang ramah dan mudah untuk didapatkan melalui bank daerah. Dua program di atas akan membantu kesejahteraan ekonomi pelaku UMKM di daerah Kabupaten Cilacap dan Banyumas.

3. Mempermudah akses pemasaran

Permasalahan lain yang dihadapi pelaku UMKM adalah pemasaran produk dan jasa yang mereka hasilkan. Umumnya mereka hanya memasarkan produk dan jasa mereka di sekitar lingkungan mereka saja. Untuk mengembangkan bisnis mereka tersebut, maka perlu dijalin kemitraan dengan BUMN atau BUMD dalam memasarkan produk dan jasa mereka tersebut. Jaringan BUMN dan BUMD yang lebih luas bisa membantu para pelaku UMKM mencapai pelanggan yang lebih luas sehingga meningkatkan omzet mereka yang otomatis meningkatkan kesejahteraan mereka juga.

Lapangan Pekerjaan
Berdasarkan data per Februari 2018, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia berjumlah 6,87 juta orang atau 5,13%. Angka ini bisa dikurangi dengan program kemandirian UMKN dan wirausaha. Program pemberdayaan UMKM seperti yang dibahas di atas akan membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat usia produktif. Selain itu, dicetaknya pengusaha-pengusaha baru juga akan mengurangi angka pengangguran, khususnya di daerah Cilacap dan Banyuwangi. Ketiga hal di atas menjadi program utama yang akan dibawa H. Bambang Sutopo S.E.I., M.M. untuk daerah Kabupaten Cilacap dan Banyumas jika terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2014—2019. Bambang Sutopo berharap ia dapat “Membangun masyarakat Banyumas dan Cilacap yang lebih sejahtera dan mandiri secara ekonomi.”