UMKM Naik Kelas

Jumlah UMKM di Indonesia setiap tahun terus mengalami pertumbuhan. Diprediksi, pada tahun 2018, penggiat UMKM di Indonesia mencapai 59 juta orang. Jumlah yang besar ini menjadikan UMKM sebagai salah satu tonggak penting perekonomian Indonesia. 

Pertumbuhan jumlah UMKM ini harus diiringi dengan peningkatan mutu dari usaha yang dijalankan oleh para penggiat UMKM. Peningkatan mutu ini tidak hanya peningkatan kualitas usaha, tapi juga keterampilan dan keahlian dari penggiat UMKM tersebut. Peningkatan mutu ini diharapkan mampu membuat UMKM tersebut naik kelas dari mikro, kecil, menengah, hingga menjadi Usaha Besar (UB).

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat UMKM, khususnya di daerah CIlacap dan Banyumas bisa naik kelas.

Peningkatan Mutu Produk

Salah satu hal yang menghambat perkembangan sebuah usaha adalah mutu produk yang tidak sesuai dengan pasar. Produk atau jasa yang dihasilkan tidak sesuai standar mutu pasar karena tidak adanya pengetahuan tentang cara menghasilkan produk atau jasa bermutu baik. Produk maupun jasa yang dihasilkan oleh sebuah UMKM harus bisa ditingkatkan dengan pelatihan yang sesuai. 

Untuk mencapai mutu yang diinginkan, maka perlu diadakan pelatihan peningkatan mutu produk atau jasa yang ditawarkan para penggiat UMKM. Peningkatan mutu akan membuat produk dan jasa yang ditawarkan oleh penggiat UMKM bisa menembus pasar nasional, 

Pelatihan Manajemen Bisnis

Kebanyakan penggiat UMKM adalah pebisnis tradisional. Mereka tidak mengenal cara mengelola dan mempertahankan bisnisnya. Akibatnya, bisnis yang mereka rintis susah payah tidak bisa berkembang, cenderung bertahan, bahkan terkadang mengalami penurunan.

Mengadakan pelatihan bisnis akan mengajarkan mereka cara mengelola modal, aset, laba, serta jaringan yang dimilikinya. Harapannya adalah para penggiat UMKM mampu mengelola bisnis dengan baik sehingga berkembang dan naik kelas.

Pendampingan

Coaching dan mentoring merupakan kebutuhan bagi para pebisnis, khususnya penggiat UMKM. Memiliki mentor akan membuat mereka selalu berada di “jalan yang benar”, terhindar dari kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan para pebisnis. 

Mentor dari penggiat UMKM ini adalah para pengusaha yang telah terlebih dahulu berhasil menjalankan bisnisnya. Mentor ini akan berperan sebagai pembimbing, penjaga, dan pengingat bagi para penggiat UMKM ini. Mentor akan memberikan nasihat, berbagi metode, serta teman diskusi dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh para penggiat UMKM ini

Mempermudah Akses Pemodalan

Salah satu masalah yang sering dihadapi para penggiat UMKM adalah permodalan. Keterbatasan modal menghambat mereka untuk mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar. Akhirnya, dengan modal terbatas, maka bisnis yang mereka jalankan juga ikut terbatas.

Mempermudah akses pemodalan akan membantu penggiat UMKM naik kelas. Menyediakan pinjaman dengan bunga lunak, menghubungkan dengan investor, serta mempermudah proses kredit akan membantu mereka mengembangkan bisnis menjadi lebih besar.

Memperluas Jaringan Pemasaran

Sebaik apa pun produk yang dihasilkan tidak akan menghasilkan keuntungan yang besar jika tidak diiringi dengan pemasaran yang baik. Para penggiat UMKM membutuhkan jaringan yang lebih luas sehingga produk dan jasa yang mereka tawarkan bisa dilihat oleh lebih banyak calon konsumen. 

Memperluas jaringan pemasaran ini bisa dilakukan dengan cara bermiitra bersama BUMN dan BUMD. Jaringan mereka yang lebih luas bisa jadi berpotongan dengan konsumen potensial yang disasar oleh UMKM tersebut. Meningkatnya jumlah konsumen potensial berarti meningkatkan kemungkinan pendapatan yang diterima oleh mereka. Hal ini akan membuat UMKM bisa naik kelas. 

UMKM yang tumbuh dan berkembang akan memberikan dampak besar bagi daerah tempat mereka berusaha. Bagi Kabupaten Cilacap dan Banyumas, perkembangan ini akan membuka lapangan kerja yang lebih besar, meningkatkan kesejahteraan penduduk, serta meningkatkan pendapatan daerah. 

Pengembangan UMKM ini diharapkan mampu "Membangun masyarakat  Banyumas dan Cilacap yang lebih sejahtera dan Mandiri secara Ekonomi".